surat atau dokemen untuk mendirikan perusahaan dan perbedaan NPWP pribadi dan perusahaan

· Uncategorized
Penulis

Perbedaan NPWP pribadi dan perusahaan

Berdasarkan kepemilikannya, ada NPWP OP (Nomor Pokok Wajib Pajak Orang Pribadi), ada juga NPWP untuk badan usaha. Kerancuan mungkin saja bermula dari sini. NPWP OP adalah NPWP pribadi yang dimiliki oleh seorang individu. Tidak menjadi masalah apakah yang bersangkutan mengurus sendiri NPWP-nya, di-daftar-kan oleh orang lain, atau melalui kantor. Secara singkat, setelah orang ini terdaftar sebagai wajib pajak individu (pribadi), ya sudah. Urusan selesai. Sedangkan NPWP untuk badan usaha bisa disebut juga sebagai NPWP kantor. Dalam hal ini, institusi Anda (sebagai lembaga/badan/kantor) juga mesti terdaftar sebagai wajib pajak yang tentunya wajib membayar pajak juga. Sebagai institusi yang mencari keuntungan, adalah wajar bahwa kantor Anda terkena pajak, bukan? Nah, bisa saja kehebohan yang timbul karena ada yang bilang bahwa NPWP kantor tidak berlaku. Ya jelas saja-lah, kantor Anda tidak mungkin “jalan-jalan” ke luar negeri! Yang bisa “jalan-jalan” itu orangnya, pegawainya. Orang-orang ini-lah yang mesti memiliki NPWP. Terserah, bikin sendiri atau melalui kantor.

Jika ada yang mengatakan NPWP pribadi dari kantor (bukan NPWP kantor) tidak berlaku untuk bebas fiskal, silahkan saja dipakai logikanya. Andai Anda harus membuat NPWP baru (selain NPWP yang dari kantor, jadi Anda punya 2 NPWP), berapa besar penghasilan yang akan dilaporkan? Berapa nilai pajak yang harus dibayarkan? Yang bener aja kalau nilai gaji yang sama (yang diterima dari kantor) harus dipotong pajak dua kali (sekali di kantor, dan sekali lagi karena kebodohan Anda mendaftar NPWP lagi). Dengan logika yang sama, silahkan dipikirkan, apa bedanya NPWP yang dibikinkan oleh kantor dan NPWP yang Anda bikin sendiri? Toh sama-sama bayar pajak. Kenapa fasilitas harus dibedakan oleh negara? Hanya orang keblinger saja yang panik dan bilang begitu.

Masalah lain yang timbul dari kebijakan NPWP bisa dipakai untuk gratis fiskal ini adalah bagi mereka yang belum memiliki penghasilan, tidak mempunyai pekerjaan dan kondisi-kondisi sejenis. Pada beberapa kali jawaban yang saya berikan pada posting terdahulu, saya menyebut bahwa memiliki NPWP tidak otomatis berarti Anda harus bayar pajak. Kalau ternyata nilai penghasilan Anda di bawah nilai penghasilan kena pajak, tentunya tidak ada pajak yang harus dibayarkan, alias NIHIL. Masukkan nilai NIHIL ke dalam laporan tahunan (SPT).

Syarat mendirikan perusahaan

Jika anda ingin mendirikan suatu perusahaan, berikut adalah syarat-syarat yang harus anda penuhi terlebih dahulu :

Pertama, membuat akte perusahaan ke notaris.

Karena perusahaan berbadan hukum maka sangat mutlak perlu membuat akte perusahaan Anda ke notaris. Biasanya akte ini berisi informasi tentang nama perusahaan, bergerak di bidang apa, nama para pemilik modal, pengurus perusahaan seperti siapa direktur utama, direktur, dan para komisaris.

Kedua, mendapatkan Surat Keterangan Domisili Usaha.

Ini Anda dapatkan dari kantor kelurahan atau kantor kepala desa di mana perusahaan Anda berdomisili. Berdasarkan surat ini, Camat mengeluarkan surat keterangan yang sama.

Untuk mendapatkan surat keterangan domisili, Anda memerlukan salinan akte perusahaan Anda. Biasanya Anda dipungut biaya administrasi. Biaya administrasi ini bervariasi dari satu kelurahan kelurahan lain kelurahan.

Ketiga, mengurus NPWP perusahaan.

Untuk mendirikan perusahaan, NPWP perusahaan adalah mutlak. Untuk mendapatkan NPWP, Anda memerlukan salinan akte perusahaan dan surat keterangan domisili. Biasanya pembuatan NPWP hanya butuh kira-kira 2 jam. Bila Anda memasukkan berkas di pagi hari ke kantor pajak, Anda sudah mendapatkannya di siang hari. Selain itu, tidak ada biaya administrasi yang perlu Anda bayar.

Keempat, mendapatkan Surat Keputusan pendirian perusahaan dari 
Departemen Hukum dan HAM.

Ini biasanya diurus oleh notaris Anda. Notaris biasanya menyerahkan salinan akte perusahaan, Surat Keterangan Domisili dan NPWP perusahaan Anda untuk mendapatkan SK perusahaan.

Kelima, mengurus SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan).

SIUP merupakan bagian dari proses mendirikan perusahaan agar perusahaan bisa beroperasi. Mengurus SIUP relatif sama di berbagai tempat.

Di Pemda Kabupaten Bogor misalnya, persyaratan untuk mendapatkan SIUP adalah sebagai berikut:

  1. Mengisi Formulir pengajuan SIUP dengan materai
  2. Fotocopy KTP penanggung jawab perusahaan (Direktur Utama/Direktur)
  3. Pas Photo Direktur Utama/Direktur (berwarna dan berukuran 3×4 sebanyak 2 lembar)
  4. Fotocopy NPWP Direktur Utama/Direktur
  5. Surat Keterangan Domisili Usaha
  6. Fotocopy izin tertentu untuk usaha-usaha tertentu
  7. Fotocopy akte pendirian dan pengesahannya (SK dari Departemen Hukum dan HAM)
  8. Surat Kuasa bila pengurusan dikuasakan (dengan materai Rp6000) dan KTP yang diberi kuasa

Keenam, mengurus Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

TDP merupakan bagian dari proses mendirikan perusahaan. Persyaratannya relatif sama untuk berbagai daerah.

Di daerah Kabupaten Bogor misalnya, persyaratan untuk mendapatkan TDP adalah sebagai berikut:

  1. Mengisi Formulir pengajuan TDP dengan materai
  2. Fotocopy KTP penanggung jawab perusahaan (Direktur Utama/Direktur)
  3. Pas Photo Direktur Utama/Direktur (berwarna dan berukuran 3×4 sebanyak 2 lembar)
  4. Fotofcopy PWP Direktur Utama/Direktur
  5. Surat Keterangan Domisili Usaha
  6. Fotocopy izin tertentu untuk usaha-usaha tertentu
  7. Fotocopy akte pendirian dan pengesahannya (SK dari Departemen Hukum dan HAM)
  8. Surat Kuasa bila pengurusan dikuasakan (dengan materai Rp6.000) dan KTP yang diberi kuasa

Berikut adalah dokumen dan informasi yang perlu disiapkan bila Anda mau mendirikan perusahaan.

Berikut adalah dokumen-dokumen dan informasi tersebut:

  1. Nama Perusahaan (Anda siapkan 2 atau 3 nama perusahaan bila pilihan pertama ditolak Departemen Hukum dan Ham)
  2. Bidang Usaha yang Digeluti
  3. Nama-Nama Pemilik Modal (Minimal Dua Orang)
  4. Klasifikasi Usaha: Kecil (Rp51 Juta – Rp500 Juta), Menengah (Rp501 Juta – Rp10 M), Besar (Di atas 10 M)
  5. Persentase Kepemilikan Modal
  6. Nama Direktur Utama/Direktur (Pimpinan Tertinggi Perusahaan)
  7. Copy KTP Pemilik Modal
  8. Kartu Keluarga (bila Direktur Utama/Direktur adalah perempuan)
  9. NPWP Direktur Utama/Direktur
  10. Foto Direktur/Direktur Utama ukuran 3×4 2 lembar (4×6 2 lembar untuk wilayah Bogor)
  11. Surat Keterangan Domisili Usaha
  12. Copy Bukti Surat Kepemilikan Tempat Usaha dan PBB atau Bukti Sewa-Menyewa Tempat Usaha
  13. Nomor Telepon Perusahaan
  14. Denah Lokasi Tempat Usaha (Bila Perusahaan menjadi PKP (Perusahaan Kena Pajak)

Itulah beberapa dokumen umum yang perlu Anda persiapkan sebagai syarat pendirian perusahaan sebelum Anda mendapatkan akte perusahaan, NPWP perusahaan, SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan TDP (Tanda Daftar Perusahaan).

PAKET PELAYANAN PENGURUSAN PENDIRIAN PERUSAHAAN

Bila Anda membutuhkan bantuan kami untuk mengurus pendirian perusahaan Anda, kami menyiapkan beberapa paket yang bisa Anda pertimbangkan. Ada Paket A, B, C, dan D. Apa saja yang Anda peroleh pada masing-masing paket, bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

NO. NAMA DOKUMEN PAKET A PAKET B PAKET C PAKET D
1. Akte Notaris X X X X
2. Surat Keterangan Domisili Usaha X X X
3. SK Menteri Hukum dan HAM X X X X
4. NPWP Perusahaan X X X X
5. SIUP X X X X
6. TDP X X X X
7. PKP (Pengusaha Kena Pajak) X X
8. Izin Lain X

Berikut adalah dokumen-dokumen yang dibutuhkan sebagai syarat pendirian perusahaan. Beda paket beda dokumen yang dibutuhkan, seperti yang bisa Anda lihat pada tabel di bawah ini.

No. Informasi Paket A Paket B Paket C Paket D
1. Nama Usaha (2 atau 3 opsi) X X X X
2. Domisili Usaha X X X X
3. Bidang Usaha X X X X
4. Nama-Nama Pemilik Modal (Minimal Dua Orang) X X X X
5. Klasifikasi Usaha: Kecil (Rp51 Juta – Rp500 Juta), Menengah (Rp501 Juta – Rp10 M), Besar (Di atas 10 M) X X X X
6. Modal Dasar (Rp) X X X X
7. Modal Disetor X X X X
8. Persentase Kepemilikan Modal X X X X
9. Nama Direktur Utama/Direktur (Pimpinan Tertinggi) X X X X
10. Copy KTP Pemilik Modal X X X X
11. Kartu Keluarga (bila Direktur Utama/Direktur adalah perempuan) X X X X
12. NPWP Direktur Utama/Direktur X X X X
13. Foto Direktur/Direktur Utama ukuran 3×4 2 lembar (4×6 2 lembar untuk wilayah Bogor) X X X X
14. Surat Keterangan Domisili Usaha X X X
15. Nama Komisaris X X X X
16. Fotocopy KTP Komisaris X X X X
17. Copy Bukti Surat Kepemilikan Tempat Usaha dan PBB atau Bukti Sewa-Menyewa Tempat Usaha X X X X
18. No. Telepon Usaha X X X X
19. Denah Lokasi Tempat Usaha (Bila Perusahaan menjadi PKP (Perusahaan Kena Pajak) X X
20. Surat Kuasa (Bila penandatanganan akta pendirian dikuasakan kepada orang lain) X X X X

 

Tempat pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan dilakukan di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Daerah Tingkat II atau setingkat dengan Kabupaten atau Kotamadya setempat. Bagi Kabupaten atau kota yang sudah di lengkapi unit pelayanan terpadu bisa mendapatkannya di sana berikut dengan perizinan lainnya.

Tahapan dan Persyaratan

  1. Pemilik atau pelaku usaha mengurus sendiri atau melalui kuasa yang dikuasakan ke kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat untuk mengurus perizinan.
  2. Mengambil formulir pendaftaran, mengisi formulir SIUP / PDP bermaterai Rp 6.000 yang ditandatangani oleh pemilik usaha. Kemudian formulir yang sudah diisi kemudian di fotocopy sebanyak dua rangkap, yang dilengkapi dengan syarat – syarat berikut :
  • Fotocopy akte pendirian usaha  atau badan hukum sebanyak 3 lembar
  • Fotocopy KTP ( Kartu Tanda Penduduk ) sebanyak 3 lembar
  • Fotocopy NPWP ( No Pokok Wajib Pajak ) sebanyak 3 lembar
  • Fotocopy ijin gangguan atau HO sebanyak 3 lembar
  • Neraca perusahaan sebanyak 3 lembar
  • Gambar denah lokasi tempat usaha
  1. Untuk biaya pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan ditentukan oleh masing masing daerah melalui peraturan daerah masing – masing. Karena itu di tiap daerah tarif yang di tentukan berbeda – beda.

Surat Izin Usaha Perdagangan sangat anda perlukan untuk menunjang usaha perdagangan anda, dengan adanya Surat Izin Usaha Perdagangan maka  usaha yang anda jalankan akan lebih aman dan anda pun tenang karena terhindar dari berbagai masalah perijinan yang sering berakibat hingga penggusuran tempat usaha anda.

Persyaratan Izin Lebih Detail

Perseroan Terbatas (PT)

Fotocopy Akta pendirian berbentuk Perseroan dari Notaris.
Fotocopy Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum dari Instansi berwenang
Fotocopy KTP Pemilik / Dirut Utama / Penanggungjawab perusahaan
Fotocopy Surat Izin Tempat Usaha
Fotocopy Izin Gangguan / HO
Fotocopy NPWP perusahaan
Neraca awal perusahaan
Pasfoto 4 x 6

Koperasi

Fotocopy Akta pendirian koperasi yang mendapatkan pengesahan dari instansi berwenang
Fotocopy KTP Pemilik / Dirut  Utama / Penanggungjawab perusahaan
Fotocopy Izin Gangguan / HO
Fotocopy NPWP perusahaan
Neraca awal perusahaan
Pasfoto 4 x 6

Persekutuan Comanditer (CV)

Fotocopy Akta pendirian perusahaan / akta Notaris yang telah didaftarkan pada Pengadilan Negeri
Fotocopy KTP Pemilik / Penanggung jawab perusahaan
Fotocopy Surat Izin Tempat Usaha
Fotocopy Izin Gangguan / HO
Fotocopy NPWP perusahaan
Neraca awal perusahaan
Pasfoto 4 x 6

Perusahaan Perseorangan (PO)

Fotocopy SIUP Perusahaan Pusat yang dilegalisir oleh Pejabat berwenang menerbitkan SIUP tersebut
Fotocopy Akta atau Penunjukkan tentang Pembukaan Kantor Cabang Perusahaan
Fotocopy KTP Penanggung jawab Kantor cabang
Fotocopy TDP Kantor Pusat
Fotocopy HO dari Pemerintah tempat kedudukan Kantor Cabang

Demikian posting saya tentang bagaimana cara mendirikan perusahaan dan bagaimana cara mendapatkan SIUP. Semoga bermanfaat :)

Sumber :

– http://www.putra-putri-indonesia.com/mendirikan-perusahaan.html

– http://www.putra-putri-indonesia.com/syarat-pendirian-perusahaan.html

– http://www.satulayanan.net/layanan/mendapatkan-izin-usaha-perdagangan-siup/prosedur-surat-izin-usaha-perdagangan

– https://rullyyy.wordpress.com/2013/10/22/syarat-mendirikan-perusahaan-dan-mendapatkan-siup

–  http://www.zikri.com/2009/02/25/npwp-ya-npwp/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: